GreenGo
Siapa GreenGo?
GreenGo didirikan pada tanggal 8 April 2009 oleh sekelompok pekerja di kantor ISBG CommuniActions-Grand Wijaya, Jakarta Selatan yang ikut berperan langsung dalam mengatasi global warming dengan membuat kegiatan nyata.
Apa GreenGo?
Organisasi yang mewujudkan konsep sederhana mengatasi global warming dari kantor secara konsisten sehingga bermanfaat bagi penghuni kantor, lingkungan rumah dan sekitarnya.
Visi Misi
Visi:
Menjadi konsultan komunitas hijau terpadu yang terbaik untuk pekantoran dan lifestyle perkotaan, berintegritas tinggi dan berorientasi global dan memberi manfaat nyata untuk bumi.
Misi:
• Membangun citra positif melalui bekerja dengan hati, jujur dan berdedikasi
• Membuat sistem terpadu yang efektif, cerdas dan lancar sehingga tercipta lingkungan kerja yang kondusif.
• Menghasilkan produk yang dapat mengurangi global warming beserta dampaknya yang orisinil, inovatif, dengan analisis yang tepat dan tajam serta dikenang karena keberhasilannya.
• Siap bersaing dengan membuat inovasi kegiatan yang solid, terpadu, bernilai tambah, menguntungkan dan berstandar global.
Tujuan GreenGo
1. Menjadikan lingkungan perkantoran khususnya Jakarta menjadi lebih sadar terhadap issue lingkungan dan mempraktekan penanganannya dalam bentuk aksi nyata.
2. Mengedukasi perusahaan bahwa dana CSR tidak hanya berlaku di pendidikan, community development, kesehatan atau penanaman pohon, melainkan masih banyak cara lain yang inovatif.
3. Meningkatkan dan mensejahterakan taraf hidup masyarakat sekitar dengan memberi ‘umpan’ dan membuka lapangan kerja baru.
Aksi dan Produk GreenGo
1. Konsulat Sampah: pemilahan sampah ( april 2009). Penanggung jawab: Edo Pratama
2. Konsulat Pohon: HOPE (19 November 2009).
3. Konsulat parkir: Parkir Sepeda di perkantoran (pertama kali di Indonesia, yang dapat menjadi media promosi alternatif. Penanggung jawab: Fanny Adrian
4. Konsulat Air: Pemanfaatan Air sebagai “limbah” sekkaligus dapat digunakan untuk biopori. Penanggung jawab: Wing Sasongko
5. Konsulat Film dan merchadise: mengirim film sebagai sarana branding sekaligus edukasi. Penanggung jawab: Unggul Kardjono
6. Dan ide –ide mendatang yang pasti dapat ditemukan



